Berita

Eksplorasi Pesan Moral: Tinjauan Kultum Santri Darul Amilin Untuk Pengingat Jamaah

Bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk melakukan refleksi diri melalui berbagai siraman rohani. Di lingkungan Pesantren Darul Amilin, kegiatan penyampaian pesan-pesan keagamaan dikemas dalam bentuk yang ringkas namun sarat makna, yang dikenal dengan sebutan kultum atau kuliah tujuh menit. Kegiatan eksplorasi pesan moral ini menjadi agenda yang sangat dinanti oleh para jamaah masjid dan masyarakat sekitar. Kultum bukan hanya sekadar pengisi waktu kosong menjelang berbuka, melainkan sebuah instrumen penting untuk membedah berbagai persoalan etika dan sosial dari perspektif nilai-nilai Islam yang luhur. Para santri yang bertugas dituntut untuk mampu menggali esensi dari ayat suci dan hadis guna diaplikasikan dalam perilaku sehari-hari.

Setiap sore, suasana di masjid pesantren terasa begitu hidup saat sesi tinjauan kultum santri dimulai. Para santri yang terpilih sebagai pembicara telah mempersiapkan materi mereka jauh-jauh hari dengan bimbingan para asatidz. Fokus utama mereka adalah bagaimana menyampaikan kebenaran dengan bahasa yang santun namun tetap tegas dalam prinsip. Pesan-pesan yang diangkat biasanya berkaitan dengan kejujuran, kesabaran, dan pentingnya menjaga tali silaturahmi di tengah perbedaan. Di Pesantren Darul Amilin, kemampuan santri dalam merangkai kata-kata moral menjadi bukti bahwa pendidikan karakter di sana berjalan dengan sangat efektif. Mereka tidak hanya belajar menghafal teks, tetapi juga belajar bagaimana menjadi teladan melalui ucapan yang mereka sampaikan di atas mimbar.

Keberadaan kultum ini berfungsi sebagai pengingat jamaah agar tidak terlena dengan rutinitas duniawi yang sering kali menjauhkan manusia dari tujuan hakikinya. Jamaah yang datang dari berbagai latar belakang profesi dan usia mendengarkan dengan khidmat setiap poin yang disampaikan. Seringkali, materi yang dibawakan sangat relevan dengan problematika masyarakat modern, seperti cara menyikapi berita bohong atau pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Eksplorasi yang dilakukan oleh santri memberikan sudut pandang baru yang menyegarkan, sehingga jamaah merasa mendapatkan pencerahan yang praktis dan aplikatif. Inilah kekuatan dari dakwah yang berbasis pada realitas sosial namun tetap berpijak pada fondasi wahyu yang kokoh.