Berita

Eco Friendly Hajj Prep: Simulasi Haji Ramah Lingkungan di Ponpes Darul Makmur

Ibadah haji merupakan impian setiap Muslim, namun dengan jutaan jamaah yang berkumpul setiap tahunnya, tantangan pengelolaan limbah dan emisi karbon menjadi perhatian serius dunia internasional. Menanggapi isu ini, Pondok Pesantren Darul Makmur pada tahun 2026 meluncurkan program Eco Friendly Hajj Prep. Program ini merupakan kurikulum bimbingan manasik haji yang tidak hanya mengajarkan rukun dan syarat sahnya ibadah, tetapi juga memberikan edukasi mendalam mengenai praktik haji yang ramah lingkungan. Pesantren ini ingin mencetak jamaah yang tidak hanya meraih haji mabrur secara spiritual, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis terhadap bumi yang merupakan ciptaan Allah.

Dalam program simulasi haji di Darul Makmur, para santri dan calon jamaah diajarkan untuk mempraktikkan gaya hidup minim sampah selama berada di tanah suci. Mereka dilatih untuk menggunakan botol minum yang dapat digunakan kembali (reusable) guna mengurangi penggunaan jutaan botol plastik sekali pakai yang biasanya menumpuk di area Mina dan Arafah. Selain itu, pesantren mengenalkan penggunaan kantong kain sebagai pengganti plastik untuk membawa alas kaki atau perlengkapan lainnya. Konsep ramah lingkungan ini ditekankan sebagai bagian dari akhlak terhadap alam, di mana menjaga kebersihan tempat suci merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada Sang Khalik.

Aspek lain yang diajarkan dalam program ini adalah manajemen konsumsi yang tidak berlebihan. Jamaah diberi pemahaman tentang bahaya mubazir pangan, yang sering kali terjadi selama musim haji. Pesantren Darul Makmur bekerja sama dengan ahli nutrisi untuk menyusun menu makanan yang sehat namun efisien dalam penggunaan kemasan. Di tahun 2026, Ponpes Darul Makmur juga menggunakan teknologi realitas virtual (VR) untuk mensimulasikan rute perjalanan haji yang paling efisien energi, membantu jamaah memahami bagaimana bergerak secara berkelompok untuk meminimalkan jejak karbon transportasi. Pendidikan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir jamaah agar menjadi agen perubahan lingkungan sekembalinya mereka ke tanah air.

Integrasi nilai-nilai lingkungan dalam bimbingan ibadah ini juga mencakup aspek konservasi air. Mengingat air adalah sumber daya yang terbatas di wilayah gurun, jamaah diajarkan cara berwudhu yang hemat air sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, yaitu hanya menggunakan satu mud air atau sekitar 600 mililiter.